Beranda > Pengembangan Pegawai

Pengembangan Pegawai

14 Agustus 2018

Lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) membawa perubahan mendasar dalam manajemen sumber daya Aparatur Sipil Negara (ASN). Perubahan tersebut membawa konsekuensi bahwa pegawai ASN wajib melakukan pengembangan diri dan wajib untuk mempertanggungjawabkan kinerja serta menerapkan prinsip merit dalam pelaksanaan manajemen ASN.

Pengembangan diri atau pegawai berbasis merit menjadi hal yang sangat penting bagi penyelenggaraan birokrasi. Sebab pegawai adalah sumber daya yang digunakan untuk mensinergikan sumber daya lain guna mencapai tujuan organisasi. Dalam birokrasi, pegawai berperan sebagai unsur yang menjalankan keberlangsungan kegiatan birokrasi. Pengembangan pegawai birokrasi berbasis merit adalah kebutuhan yang mendesak bagi pembangunan birokrasi.

Pengembangan pegawai (employee development) menjadi salah satu titik kritis dalam pengelolaan SDM dalam suatu organisasi. Pengembangan Pegawai dikenal juga dengan istilah “Pengembangan Sumber Daya Manusia” sebagai upaya manajemen yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi pekerja dan unjuk kerja organisasi melalui program pelatihan, pendidikan dan pengembangan. Dalam pengertian ini, maka istilah pengembangan akan mencakup pengertian latihan dan pendidikan yaitu sarana peningkatan keterampilan dan pengetahuan umum bagi pegawai. Pengembangan pegawai menjadi penting karena seiring perubahan zaman, terjadi perubahan yang cepat dalam hal kemajuan teknologi dan pekerjaan itu sendiri. Sehingga pegawai dan organisasi dituntut untuk dapat memperbarui keterampilan dan keahliannya dan dapat meningkatkan kualitas kerja dan layanannya.

Pengembangan karier pegawai secara umum dapat diartikan sebagai upaya peningkatan karier pegawai pada suatu jabatan secara vertikal atau perubahan karier pegawai dalam dalam ruang dan golongan yang berbeda secara horizontal dan diagonal. Pengembangan karir terkait dengan perencanaan karir, pola karir, penilaian kompetensi, dan treatment pengembangan karir. Pengembangan karir dapat diartikan juga sebagai proses pelaksanaan (implementasi) perencanaan karir. Pengembangan karier merupakan aktivitas departemen sumber daya manusia dalam membantu pegawai merencanakan karier masa depan agar dapat mengembangkan kompetensi dan mengisi peluang-peluang pengembangan karier agar sejalan dengan pertumbuhan organisasi. Perencanaan karir disusun dengan melihat formasi dan pola karir. Seorang pegawai yang berada pada formasi / jabatan tertentu apakah akan mengikuti pola karir vertikal, horizontal, ataupun diagonal. Kemudian dilakukanlah pengukuran, (penilaian kompetensi dan penilaian kinerja) untuk mengetahui posisi seseorang terhadap kriteria kompetensi jenjang jabatan yang lebih tinggi.

Organisasi atau dalam hal ini manajer (pimpinan) wajib men-support semua pegawainya dalam pengembangan karier dan kualitasnya sebagai SDM, karena hal ini pada akhirnya akan menghasilkan kepuasan kerja, loyalitas, dan komitmen; dan secara khusus akan menghasilkan keahlian yang ‘langka’ (scarce talent) yang dapat digunakan sebagai sumber competitive advantages. Jika masalah pengembangan pegawai tidak diperhatikan, akan memungkinkan munculnya output SDM yang negatif, seperti ketidakpuasan kerja, kinerja menurun, yang pada akhirnya akan memunculkan resistance dan kecenderungan untuk keluar (intention to leave). Hal ini berarti dengan pengembangan pegawai berarti manajer atau pimpinan membantu pegawai untuk berkinerja lebih efektif, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan diri dan juga meningkatkan unjuk kerja organisasi.

Pada kegiatan ini, Balai Embrio Ternak Cipelang telah melakukan berbagai upaya, antara lain:

1.     Telah ditetapkan standar kompetensi di lingkungan BET Cipelang;

2.  Untuk menghasilkan peta profil kompetensi pegawai, telah dilaksanakan asesmen kepada pegawai lingkup BET Cipelang

3.    Telah dilakukan pengembangan pegawai berbasis kompetensi sesuai dengan rencana dan kebutuhan pengembangan kompetensi melalui berbagai diklat dan sarana lainnya

4.   Telah melakukan monitoring dan evaluasi pengembangan pegawai berbasis kompetensi setiap tahun.

          

Dibaca : 68 kali


Lokasi Kami

Peta Lihat di Google Map

Tidak puas dengan pelayanan kami? klik berikut:

https://lapor.go.id/ SABERPUNGLI
Dupak e-Personal SIRUP

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset