Beranda > Berita Umum > Indonesia Tuan Rumah Konferensi WOAH Asia-Pasifik ke-34
Indonesia Tuan Rumah Konferensi WOAH Asia-Pasifik ke-34
26 September 2025
Indonesia resmi menjadi tuan rumah Konferensi ke-34 Komisi Regional World Organisation for Animal Health (WOAH) Asia-Pasifik yang berlangsung di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 26 negara anggota, organisasi internasional, mitra pembangunan, sektor swasta, serta asosiasi profesi dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kesehatan hewan, ketahanan pangan, dan sistem One Health di kawasan Asia-Pasifik.

Kepala Balai Embrio Ternak turut hadir sebagai bagian dari delegasi Indonesia. Kehadirannya menunjukkan peran strategis unit pelaksana teknis dalam mendukung inovasi bioteknologi reproduksi, peningkatan mutu genetik ternak, serta kontribusi nyata Indonesia dalam program internasional yang berfokus pada ketahanan pangan dan kesehatan hewan.
Dalam kesenpatan ini, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi serta menekankan komitmen Indonesia melalui peringatan Bulan Peternakan dan Kesehatan Hewan pada 26 Agustus–26 September 2025 yang mengusung tema “Ternak Sehat, Petani Sejahtera, Indonesia Maju.” Berbagai kegiatan seperti vaksinasi, kontes ternak, pameran produk, dan seminar digelar untuk memperkuat sistem kesehatan hewan nasional, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong produktivitas dan ketahanan pangan.
Dalam sesi pembukaan, President of the Regional Commission for Asia and the Pacific, Dr. Baoxu Huang, menekankan pentingnya kerja sama regional dalam menghadapi tantangan global, khususnya penyakit hewan lintas batas seperti African Swine Fever (ASF), Lumpy Skin Disease (LSD), Avian Influenza, dan Peste des Petits Ruminants (PPR). Ia juga menyoroti pentingnya transparansi pelaporan penyakit, penguatan jejaring laboratorium, serta peran inovasi diagnostik untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan.
Sementara itu, President of the World Assembly of Delegates WOAH, Dr. Susana Guedes Pombo, menggarisbawahi bahwa komisi regional berperan vital dalam memastikan strategi global WOAH tetap relevan dengan kebutuhan anggota. Ia menekankan agenda penting konferensi, antara lain integrasi surveilans penyakit lintas batas, penguatan peran vaksinasi, inovasi digital melalui platform WISE dan ARAIS, perhatian terhadap kesehatan hewan akuatik dan satwa liar, serta pengembangan sumber daya manusia veteriner yang inklusif.

Direktur Jenderal WOAH, Dr. Emmanuelle Soubeyran, dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan hewan adalah pilar utama pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, tidak ada ketahanan pangan, perdagangan yang aman, maupun pencegahan pandemi tanpa layanan veteriner yang kuat. Ia juga menekankan pentingnya pembiayaan berkelanjutan, kapasitas kelembagaan, serta solidaritas internasional dalam memperkuat sistem veteriner di kawasan.
Dari pemerintah Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, menekankan bahwa konsep One Health harus menjadi landasan kebijakan kesehatan global maupun nasional, terutama setelah pandemi COVID-19 menunjukkan eratnya keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, menyoroti program prioritas pemerintah, yaitu penyediaan makan bergizi gratis bagi 82,9 juta pelajar, yang menuntut ketersediaan protein hewani sehat dan berkualitas. Ia juga menjelaskan strategi zonasi penyakit, khususnya PMK, dengan memanfaatkan karakter kepulauan Indonesia sebagai mekanisme isolasi alami.

Konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi nyata yang dapat diimplementasikan di tingkat nasional maupun regional, sekaligus memperkuat solidaritas global dalam menghadapi ancaman penyakit hewan, memastikan ketahanan pangan, dan mendukung kesehatan manusia serta lingkungan secara berkelanjutan.
Dibaca : 734 kali