Beranda > Berita Umum > Wamentan mendorong hilirisasi susu dan pembibitan ternak nasional

Wamentan mendorong hilirisasi susu dan pembibitan ternak nasional

04 Agustus 2025

 

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong penguatan pembibitan ternak unggul dan hilirisasi produksi susu nasional untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sudaryono mengatakan, program makan bergizi gratis (MBG) berdampak positif pada produksi susu dalam negeri. Di Baturraden sendiri hingga saat ini bisa memproduksi susu sebanyak 7.000 liter per hari. saat ini sudah ada 27 ribu sapi perah impor yang masuk ke Indonesia guna menggenjot produksi susu. Adapun target tahun ini mendatangkan 100 ribu sapi perah.

"Kita ingin memperkuat ekosistem pembibitan dari hulu ke hilir, termasuk menjamin ketersediaan pakan berkualitas yang menjadi fondasi utama produktivitas peternakan," kata Wamentan saat kunjungan kerja ke Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu sore.

BBPTU-HPT Baturraden merupakan unit pembibitan nasional milik Kementan yang berdiri di atas lahan seluas 241,06 hektare. Balai ini memiliki peran strategis dalam penyediaan bibit sapi dan kambing perah unggul, hijauan pakan ternak berkualitas, serta pelatihan sumber daya manusia di sektor peternakan.

 Kepala BBPTU-HPT Baturraden, Dani Kusworo, menjelaskan saat ini pihaknya mampu memproduksi 7.000 liter susu segar per hari. Dari jumlah tersebut, 5.500 liter telah didistribusikan ke masyarakat melalui koperasi hingga industri pengolahan susu seperti Ultra dan Cimory.

 

 

Kalau dihitung, 1 liter itu bisa jadi 8 botol. Artinya, setiap hari kita bisa produksi 40 ribu botol susu. Itu bisa memenuhi kebutuhan 12-15 SPPG setiap harinya," imbuh dia. Dani menerangkan, satu ekor sapi perah rata-rata bisa menghasilkan 12-15 liter susu per hari. Angka tersebut meningkat dari sebelumnya hanya 9-10 liter pada awal 2025 berkat penerapan teknologi pakan hijauan, silase, dan mineral blok buatan sendiri.

Selain BBPTU-HPT Baturraden, Wamentan juga meninjau dua farm pengembangan peternakan di Banyumas, yaitu Farm Manggala di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, dan Farm Tegalsari di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden.

Wamentan menegaskan pentingnya sinergi semua pihak untuk memperkuat populasi sapi, produksi susu, dan distribusinya secara berkelanjutan. Menurut beliau, pembibitan sapi dan kambing perah berkualitas tinggi menjadi kunci peningkatan produksi susu, sehingga jika ternak dipelihara sesuai standar operasional, hasil susu meningkat dan peternak bisa memperoleh keuntungan lebih besar.Dia juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara BBPTU-HPT dan pelaku usaha swasta dalam pengembangan sektor perbibitan serta produksi susu.

 

Dibaca : 169 kali


Lokasi Kami

Peta Lihat di Google Map

Tidak puas dengan pelayanan kami? klik berikut:

https://lapor.go.id/ SABERPUNGLI Whistleblower's System

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset