Beranda > Berita Umum > Produksi Embrio Kerbau, BET Kolaborasi dengan BPTUHPT Siborongborong
Produksi Embrio Kerbau, BET Kolaborasi dengan BPTUHPT Siborongborong
11 Februari 2025
Balai Embrio Ternak (BET) dan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Siborongborong (BPTUHPT Siborongborong) kembali melaksanakan kerjasama produksi embrio in vivo eksitu dan transfer embrio pada ternak kerbau, program produksi embrio kerbau sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2014. Yang dimaksud dengan produksi embrio in vivo eksitu adalah produksi embrio in vivo dengan menggunakan ternak donor milik pihak lain (bukan BET). Donor penghasil sel telur dapat menggunakan ternak milik UPT lingkup kementan, peternak maupun perusahaan swasta lainnya.
Program produksi embrio kerbau kali ini di laksanakan di intalasi Silangit BPTU-HPT Siborongborong. Pelaksanaan panen/flushing embrio dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2025 dan di lanjutkan dengan kegiatan transfer embrio. Produksi embrio di lakukan pada Kerbau Sungai (Bubalus bubalis fluviatilis) sebanyak 4 ekor. Tahapan pelaksanaan untuk produksi embrio invivo membutuhan waktu sekitar 20 -21 hari sejak persiapan donor, seleksi donor, superovulasi, Inseminasi Buatan dan panen/flushing embrio. Kegiatan ini di lakukan oleh petugas teknis BET yang berkolaborasi dengan petugas teknis BPTU HPT Siborongborong.
Metode produksi embrio pada kerbau sama dengan produksi embrio pada sapi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas genetik kerbau dalam rangka pembentukan bibit unggul dengan memperpendek waktu yang di perlukan untuk pembentukan bibit unggul. Embrio kerbau hasil produksi in vivo yang layak transfer tersebut kemudian di transfer kan pada ternak kerbau resipien. Resipien tersebut sebelumnya dilakukan pemeriksaan melalui palpasi rektal dan pemeriksaan menggunakan USG dengan tujuan mengecek ada tidaknya CL (corpus luteum). Adanya CL merupakan salah satu indikator bahwa ternak tersebut memiliki kandungan hormon progesteron yang tinggi berperan dalam mempertahankan kebuntingan.
Dengan kegiatan kolaborasi ini kami berharap berjalan secara berkelanjutan sehingga dengan kegiatan ini dapat mendukung program peningkatan mutu genetik kerbau di Indonesia. (YS)
Dibaca : 47 kali