Beranda > Berita Umum > BET Gandeng PT Moosa dan KTPS dalam pembentukan bibit unggul
BET Gandeng PT Moosa dan KTPS dalam pembentukan bibit unggul
30 Juli 2024
Bertempat di Aula Ongole BET, hari ini Selasa, 30 Juli 2024, dilaksanakan penandatanganan naskah Kerjasama antara Balai Embrio Ternak dengan stakeholder, diantaranya adalah PT. Moosa Genetika Farmindo (Moosa) dan Kelompok Ternak Panti Sari (KTPS). Kegiatan hari ini dipimpin oleh Kepala Balai Deasy Zamanti dan dihadiri oleh pimpinan dari kedua stakeholder.
PT. Moosa Genetika Farmindo merupakan salah satu perusahaan peternakan yang fokus dalam peningkatan mutu genetik ternak berbasis pada keunggulan genetik individu. Kerjasama BET dengan Moosa dilaksanakan pada rumpun sapi perah. Secara teknis, kerjasama dengan Moosa bertujuan untuk memproduksi embrio yang diperoleh dari sapi donor terseleksi secara genomik yang memiliki keunggulan tahan panas, kemampuan reproduksi tinggi, tahan terhadap penyakit dan memiliki potensi produksi susu yang tinggi. Keturunan yang dihasilkan kelak akan menjadi "Sapi Perah Merah putih" dengan keunggulan genetik yang dimiliknya.
Kepala BET dalam sambutannya menyampaikan bahwa "kerjasama ini merupakan bentuk komitmen BET untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan sapi perah bibit unggul yang unggul secara genetik dan bermanfaat bagi masyarakat peternakan Indonesia khususnya peternak sapi perah". drh. Deddy F. Kurniawan menyampaikan bahwa kerjasama ini akan melaksanakan pekerjaan yang "antimainstream" untuk menghasilkan sapi perah yang "antimainstream". PT. Moosa ingin berperan besar dalam dunia peternakan dengan pendekatan genomic, dengan menggandeng para profesional yang berasal dari perguruan-perguruan tinggi ternama seperti IPB dan UNS. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan teknologi tinggi dalam proses produksi embrionya dan memanfaatkan perkembangan teknologi genomic advance.
KTPS merupakan salah satu kelompok binaan BET yang berlokasi di desa Palasari Kecamatan Cijeruk. Kelompok ini berada dalam lingkungan panti asuhan. H. Ahmad sebagai ketua KTPS menyampaikan bahwa beliau ingin mengubah stigma panti asuhan yang biasanya hanya mengandalkan bantuan dari para donatur, panti asuhan yang dikelolanya merupakan panti asuhan yang mandiri, yang merupakan miniatur dari pertanian terpadu, dimana didalamnya terdapat kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Kelompok tani yang dipimpinnya mampu memenuhi kebutuhan harian santri yang ada dari hasil bumi yang dimilikinya. Dengan pendampingan BET, kelompok tani yang dipimpinnya mampu mengelola peternakan sapi yang ada menjadi peternakan yang lebih maju dari sebelumnya, mulai mengenal teknologi di dunia peternakan."
BET bersama membangun dunia peternakan Indonesia, BET makin Kece. (YS)
Dibaca : 142 kali