Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

SAPA BETI

11/05/2026 13:39:00 Admin Satker 40

SAPA BETI (SWASEMBADA PANGAN BENIH DAN BIBIT TERNAK UNGGUL DENGAN TRANSFER EMBRIO) adalah inovasi yang dilakukan oleh BET berkaitan dengan tupoksi BET yang memiliki tupoksi melaksanakan produksi, transfer embrio dan distribusi embrio.  Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam sektor pertanian sub sektor peternakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Populasi penduduk yang terus meningkat berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan protein hewani.  Hal ini mendorong pemerintah untuk terus melakukan inovasi di sub sektor peternakan.  Kebutuhan daging sapi dan susu nasional dapat tercukupi jika terdapat populasi sapi yang cukup dengan produktivitas yang tinggi.  Untuk itu, dibutuhkan pemanfaatan bioteknologi untuk mendorong terciptanya bibit unggul sapi yang mampu memenuhi kebutuhan daging dan susu nasional secara kualitas. Salah satu bioteknologi reproduksi yang dapat digunakan untuk tujuan pembentukan bibit unggul sapi potong dan sapi perah adalah transfer embrio.   

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, BET memerlukan sistem aplikasi yang memudahkan stakeholder untuk mendapatkan layanan.  SISCOBETI hadir pada tahun 2017 untuk memudahkan stakeholder melakukan pembelian benih dan bibit ternak serta melaporkan pelaksanaan transfer embrio (TE) dan perkembangannya. SISCOBETI menjembatani pemerintah dan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya protein hewani.   

Implementasi :

  1. Embrio dihasilkan oleh Balai Embrio Ternak dari sapi donor dan sapi pejantan dengan mutu genetik unggul, baik lokal maupun eksotik;  
  2. Embrio ternak berkualitas di distribusikan ke seluruh Indonesia bekerjasama dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, perguruan tinggi, perusahaan peternakan, koperasi dan kelompok ternak yang memiliki sistem pembibitan ternak yang baik (Good Breeding Practices).  Selanjutnya, embrio akan dimanfaatkan untuk kegiatan transfer embrio (TE) di daerah penerima untuk membentuk bibit unggul daerah;
  3. Ternak hasil TE akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan benih dan bibit sapi potong dan sapi perah unggul nasional.  Sapi betina dimanfaatkan sebagai sapi indukan atau sapi donor pengganti di UPT/UPTD untuk produksi embrio, sedangkan sapi jantan akan digunakan sebagai pejantan unggul di B/BIB nasional dan daerah untuk memproduksi semen beku.  Semen beku tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan inseminasi buatan dalam rangka peningkatan mutu genetik dan peningkatan jumlah populasi ternak sapi potong dan sapi perah di masyarakat dalam rangka pemenuhan swasembada daging dan susu nasional;  
  4. Stakeholder dapat mengakses SISCOBETI smartphone, laptop / komputer melalui mesin pencarian atau melalui browser dengan url : https://sibeti.ditjenpkh.pertanian.go.id/siscobeti/landing.  

Keunggulan teknologi transfer embrio :

  1. Bioteknologi reproduksi modern yang mampu menghasilkan ternak unggul dalam waktu singkat (satu generasi);
  2. Melalui TE, mampu membentuk embrio menjadi benih ternak unggul sesuai kebutuhan;
  3. Pemanfaatan teknologi TE memudahkan distribusi bibit unggul melalui distribusi embrio;
  4. meminimalisir penyebaran penyakit hewan menular;
  5. penghematan devisa negara dibandingkan impor bibit ternak hidup;  
  6. Teknologi produksi embrio dapat dimanfaatkan oleh peternak yang memiliki ternak dengan genetik unggul (produksi embrio ek-situ / goes to farm);
  7. Untuk mendapatkan benih, bibit dan transfer embrio, dan layanan masyarakat lainnya, stakeholder dapat mengakses SISCOBETI dengan mudah tanpa harus datang ke BET.

Dampak pemanfaatan transfer embrio :

  1. Terpenuhinya jumlah benih dan bibit unggul nasional;
  2. Peningkatan produksi susu dan daging dalam negeri;
  3. Peningkatan kesejahteraan peternak;
  4. Tersedianya bibit unggul di daerah;
  5. Mengurangi importasi bibit ternak unggul, susu dan daging untuk penghematan devisa negara;
  6. Peningkatan pendapatan negara bukan pajak melalui benih dan bibit unggul.

 

ADAFTABILITAS.  Teknologi TE telah dimanfaatkan oleh dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan dalam pembentukan bibit unggul daerah, yang dilakukan oleh petugas yang telah mengikuti pelatihan TE di BET. sistem pembentukan bibit unggul melalui TE telah dimanfaatkan oleh BIB Tuah Sakato, BIB DIY, BIB Kalsel, BIB Jawa Tengah, BIB Jawa Timur dan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan dalam melaksanakan TE dan penjaringan ternak hasil TE untuk  penyediaan sapi indukan dan pejantan unggul penghasil semen beku. 

PENGHARGAAN SAPABETI.  Inovasi SAPABETI mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian sebagai salah satu inovasi yang turut serta dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) lingkup Kementan pada tahun 2025. 

Profil Lainnya