Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Indo Livestock 2026 Siap Digelar, Hadirkan Kontes Ternak Indoor Pertama di Indonesia

18/06/2026 10:00:00 Admin Satker 14

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-24, ajang ini tidak hanya menjadi wadah pameran industri peternakan, tetapi juga berperan sebagai sarana diplomasi ekonomi dan promosi investasi subsektor peternakan Indonesia di tingkat global.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan pemerintah memberikan perhatian lebih pada penyelenggaraan tahun ini guna memastikan kenyamanan peserta dan pengunjung sekaligus meningkatkan kualitas acara dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Indo Livestock bukan sekadar pameran. Kegiatan ini merupakan upaya diplomasi ekonomi Indonesia, khususnya subsektor peternakan, di hadapan dunia internasional,” ujar Agung.

Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi nasional dengan mempertemukan seluruh pemangku kepentingan di bidang peternakan, mulai dari peternak, pelaku usaha  unggas dan ruminansia, industri besar dan UMKM, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, Indo Livestock 2026 juga akan menghadirkan berbagai mitra strategis dari dalam dan luar negeri. Tercatat, sebanyak 30 negara akan berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan tujuh paviliun negara yang akan tampil secara khusus.

Kementerian Pertanian memanfaatkan ajang ini sebagai sarana memperluas akses pasar ekspor produk peternakan Indonesia. Dalam penyelenggaraan kali ini, Kementan akan menghadirkan Paviliun Ekspor yang ditujukan untuk mendampingi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ke luar negeri.

Agung menjelaskan, sejumlah komoditas unggulan seperti ayam dan telur saat ini berada dalam kondisi surplus sehingga memiliki peluang besar untuk memasuki pasar ekspor baru.

“Kami akan memfasilitasi pelaku usaha peternakan yang ingin mengembangkan produknya ke pasar internasional. Paviliun ekspor ini juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan calon mitra dagang untuk mendorong peningkatan ekspor,” katanya.

Selain promosi ekspor, Indo Livestock 2026 juga diharapkan mampu menarik minat investor sekaligus mempercepat hilirisasi subsektor peternakan nasional.

Salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan tahun ini adalah percepatan adopsi teknologi modern di sektor peternakan. Berbagai perusahaan dan mitra internasional akan menampilkan teknologi terbaru yang mendukung efisiensi dan produktivitas usaha peternakan.

Menurut Agung, transformasi teknologi di subsektor unggas saat ini terus berkembang, termasuk penerapan Internet of Things (IoT) dalam proses pembibitan, budidaya, hingga pengolahan hasil peternakan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mempercepat transfer teknologi sehingga industri peternakan nasional semakin modern, efisien, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Berbagai produk unggulan peternakan juga akan dipamerkan, termasuk produk kesehatan hewan dan obat hewan yang telah memiliki potensi ekspor ke berbagai negara.

Selain aspek bisnis dan teknologi, Indo Livestock 2026 juga menjadi sarana edukasi terkait perkembangan terbaru subsektor peternakan, mulai dari produksi pangan asal ternak seperti daging, susu, dan telur, hingga isu kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Sementara itu, Project Director Napindo, Lisa Rusli, menjelaskan bahwa Indo Livestock tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-19 yang digelar oleh pihaknya dan akan berlangsung bersamaan dengan sejumlah pameran sektor pendukung lainnya.

Beberapa pameran yang akan hadir antara lain Indo Feed untuk industri pakan ternak, Indo Dairy yang berfokus pada industri sapi perah dan ekosistemnya, Indo Agrotech untuk sektor hortikultura dan perkebunan, Indo Vet yang menampilkan teknologi kedokteran dan kesehatan hewan, serta Indo Fisheries yang mengangkat industri perikanan dan akuakultur.

“Pada tahun 2026 kami menargetkan sekitar 600 peserta pameran dari 30 negara. Selain Indonesia, terdapat paviliun dari China, Eropa, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam,” kata Lisa.

Panitia menargetkan 20 ribu pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berhasil menarik lebih dari 18 ribu pengunjung.

Salah satu agenda baru yang akan menjadi daya tarik utama tahun ini adalah Indo Livestock Grand Championship. Dalam kegiatan tersebut, berbagai kompetisi peternakan akan digelar di dalam area pameran, termasuk kontes dan ketangkasan domba yang selama ini umumnya diselenggarakan di ruang terbuka.

“Ini menjadi inovasi baru karena kegiatan yang biasanya dilakukan di luar ruangan akan kami hadirkan di dalam area pameran sehingga dapat dinikmati lebih banyak pengunjung,” jelas Lisa.

Selain itu, setiap hari penyelenggaraan akan diisi dengan kegiatan live cooking yang menampilkan berbagai olahan berbahan dasar hasil peternakan dan seafood.

Kesuksesan penyelenggaraan Indo Livestock 2026 juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Tercatat terdapat sekitar 50 institusi pendukung, terdiri atas 7 kementerian dan lembaga pemerintah, 36 asosiasi, serta 5 perguruan tinggi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Dengan skala internasional, dukungan lintas sektor, serta fokus pada ekspor dan teknologi, Indo Livestock Forum & Expo 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat daya saing industri peternakan Indonesia sekaligus membuka peluang pasar baru di tingkat global.

Tahun ini, pameran lintas sektor tersebut akan menghadirkan 600 peserta dari 30 negara, termasuk tujuh paviliun negara, serta ditargetkan menarik sekitar 20.000 pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

 

SUMBER : https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/ternak/27466-Indo-Livestock-2026-Siap-Digelar-Hadirkan-Kontes-Ternak-Indoor-Pertama-di-Indonesia