Beranda > Berita Umum > Dalam Rangka Melihat Perkembangan DKS Kaltim, BET Cipelang Lakukan Monitoring

Dalam Rangka Melihat Perkembangan DKS Kaltim, BET Cipelang Lakukan Monitoring

19 Desember 2022

Program Desa Korporasi Sapi (DKS) merupakan pengembangan kawasan peternakan berbasis korporasi peternak.  Program dicetuskan oleh Kementerian Pertanian mulai tahun 2020 dengan 5 (lima) lokasi, yaitu: NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Lampung dan Jawa Timur. Tahun 2021 dikembangkan di 9 (sembilan) kawasan, yaitu kawasan sapi potong di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Kabupaten Kediri Jawa Timur, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, dan Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah.

Monitoring dilaksanakan di lima kelompok ternak yang telah mendapatkan sapi bantuan dari pemerintah melalui BET Cipelang.  Terdapat 5 kelompok ternak yang tergabung dalam korporasi sapi.  Desa Korporasi Sapi ini terdapat di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.  Diantaranya adalah : kelompok ternak petani maju, KT.  Mugirejo mandiri, KT. Lestari, KT. Karya Utama dan KT. Sumber Mulyo.

Setiap kelompok mendapatkan 200 ekor sapi yang terdiri atas 100 ekor indukan impor dan 100 ekor sapi bakalan.  Sampai dengan akhir desember 2022, terdapat peningkatan jumlah populasi ternak yang berasal dari kelahiran ternak indukan, baik dari anak yang berasal dari indukan bunting maupun ternak hasil IB.  jumlah rata-rata penambahan ternak sebanyak 22 ekor.  
Sesuai dengan tujuan awal program desa korporasi sapi, peningkatan populasi dan produktivitas dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kepemilikan ternak pada satu kelompok dan terjadinya perputara ekonomi yang berasal dari penjualan ternak bakalan.  Ternak bakalan yang dijual akan dilakukan replacement bakalan kembali, sehingga jumlah sapi bakalan yang dimiliki oleh kelompok minimal tetap atau bahkan bertambah. 

Berdasarkan hasil monitoring, terdapat 1 kelompok yang telah melaksanakan replacement secara penuh ternak bakalannya, sedangkan beberapa kelompok baru bisa melaksanakan replacement sebagian.  Hal ini disebabkan terjadinya permasalahan pada saat dilakukan penjualan sapi bakalan kepada offtaker.  Offtaker tidak memiliki komitmen yang baik untuk melaksanakan kesepakatan terkait korporasi.  Sehingga, modal kelompok ternak menipis bahkan habis.  Untuk itu, pihak dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Kalimantan Timur akan melaksanakan pendampingan dan pengawalan terus menerus sehingga permasalahan kelompok ternak dengan off taker dapat diselesaikan dengan baik.  Perkembangan ternak bantuan juga beragam tergantung pada manajemen pemeliharaan dan komitmen dari peternak dalam memelihara ternak bantuan yang diperolehnya.  Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi terkait manajemen pemeliharaan dan pemberian pakan agar ternak produktiv dan mampu menghasilkan anakan yang banyak, sehingga populasi akan terus bertambah dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan kelompok ternak. CS-YS

 

Dibaca : 46 kali


Lokasi Kami

Peta Lihat di Google Map

Tidak puas dengan pelayanan kami? klik berikut:

Lapor! SABERPUNGLI
Dupak e-Personal

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset