Dukung Pemenuhan Bibit Sapi Potong, Bet Cipelang Distribusi Pejantan ke BBIB Singosari

18 Februari 2021 | oleh menik setyarini

Pejantan Singosari

Bogor – Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, kembali mendistribusikan calon pejantan unggul sebanyak 4 ekor ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Keempat sapi tersebut terdiri dari Erlangga yang merupakan sapi belgian blue (BB), Ghandra sapi limousine, Yudhaswara dan Bisma sapi angus. Keempat sapi tersebut akan segera diproduksi semennya di untuk keperluan kawin suntik di masyarakat.

Kepala Balai Embrio Ternak, Oloan Parlindung mengatakan, “Distribusi sapi calon pejantan ini merupakan salah satu upaya dari BET Cipelang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sapi potong di masyarakat.”

“Pejantan ini akan diproduksi semennya, yang selanjutnya digunakan untuk IB di masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan populasi sapi potong adalah melalui kawin suntik/Inseminasi Buatan secara massal,” lanjutnya.

BET Cipelang yang merupakan salah satu Unit Pelayanan Teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, mempunyai tugas untuk menyediakan bibit sapi berkualitas yang selanjutnya didistribusikan ke Balai Inseminasi Buatan Nasional, maupun Daerah untuk di produksi semennya.

Masyarakat dapat memanfaatkan semen beku tersebut untuk IB pada sapinya. Sehingga peternak tidak perlu repot-repot untuk memelihara pejantan. Beberapa keuntungan Inseminasi Buatan adalah 1) Pejantan-pejantan untuk prduksi semen beku memiliki genetik unggul. 2) Menghemat biaya, sebab peternak tidak perlu memelihara pejantan yang belum tentu memiliki genetik unggul. 3) Dapat mencegah penularan penyakit lewat saluran reproduksi karena hanya pejantan-pejantan yang sehat atau bebas dari penyakit yang diproduksi semennya. 4) Semen yang dihasilkan memiliki fertilitas tinggi sehingga calving intervalnya dapat diperpendek dan dapat menurunkan kasus repeat breeder (kawin berulang bagi betina).

Selain manfaat tersebut , terdapat beberapa kerugian dengan pelaksanaan IB, antara lain : 1) Diperlukan Petugas yang terlatih dan terampil untuk produksi dan penanganan semen. 2) Diperlukan petugas inseminasi buatan (inseminator) yang terampil. 3) Kemungkinan besar akan menyebabkan “inbreeding”. Hal ini terjadi karena adanya keterbatasan pejantan di BIB/BIBD sehingga seekor pejantan diproduksi secara terus-menerus.

Semoga produksi semen dari sapi sapi ini dapat berkontribusi untuk membangun nusantara.

Dibaca : 1 kali


Lokasi Kami

Peta Lihat di Google Map

Tidak puas dengan pelayanan kami? klik berikut:

Lapor! SABERPUNGLI
Dupak e-Personal Pengendalian Bety